# Ikuti Wisata Umroh Bersama Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Perjalanan 9 Hari Hanya $ 2.250 Pada Bulan Maret 2018, Hotel Bintang 5 ( Madinah : Al-Haram & Makkah : Pullman ) Informasi Lebih Lanjut Hubungi : Office (021) 7865854, Ust Zaenal 08111900677, Ust Jamaluddin 081283141921, Musthofa 08111103712 # Rekening Donasi Pembangunan Masjid "Nurul Musthofa Center" Rek BCA 7330.46.9000 , Mandiri 127.00.0567890.7, An. Yayasan Nurul Musthofa Lil Hb Hasan Bin Ja'far Assegaf # Pembukaan Majlis Nurul Musthofa Sabtu Tgl 09 Juli 2017 Bertempat Masjid Al Khairriyah Jl. Kelapa Tiga Jagakarsa Jakarta Selatan Pukul 20.00 Wib s/d Selesai #

SANG PENJAGA NASAB MULIA DENGAN HABIB HASAN BIN JAFAR ASSEGAF
Bookmark and Share


Habib Ali bin Ja’far Asseggaf lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 22 Rabi’ul Awwal 1307 H/16 November 1889 M. Dari garis silsilah keluarganya, ia generasi pertama yang lahir di Nusantara. Kakeknya, Habib Syech bin Sagaf bin Ahmad Aseggaf dikenal sebagai seorang yang ‘alim di masanya, yang lahir pada 1258 H/1842 M dan wafat 1322 H/1905 M di Sewun, Hadhramaut, Yaman Selatan.

Habib Syekh bin Segaf Assegaf memiliki beberapa saudara, di antaranya Habib Husein. Habib Husein berputra Habib Abdul Qadir, ulama besar tempo dulu di kota Pasuruan, menantu Habib Ja’far bin Syekhan Assegaf. Habib Abdul Qadir bin Husein mempunyai beberapa anak, salah satunya adalah Ustadz Taufiq, dai terkenal di Pasuruan saat ini. Jadi, meski Ustadz Taufiq terbilang masih berusia muda (sekitar 50-an), tapi “pangkat” nasabnya tergolong tua. Sebab, Ustadz Taufiq merupakan saudara sepupu dua kali (mindon kata orang Jakarta atau mindonan kata orang Jawa) Habib Ali bin Ja’far Assegaf, lantaran kakek mereka berdua, yaitu Habib Husein dan Habib Syekh, adalah saudara kakak beradik.

Dalam pengelompokan nasab keluarga, mereka termasuk dalam cabang Al (keluarga) Ahmad Maula Maryamah. Lebih spesifiknya lagi, kelompok Al-Fargasy. Ahmad Maula Maryamah adalah leluhur Habib Umar yang ke-13, sedangkan Al-Fargasy menunjukkan bahwa cabang keluarga Assegaf Al-Ahmad Maula Maryamah ini berasal dari jalur keturunan Habib Abdullah bin Ahmad Assegaf, leluhur Habib Ali yang ke-7. Kembali pada kakek Habib Ali, yaitu Habib Syekh bin Segaf, ia mempunyai beberapa anak, yaitu: Ja’far, Muhammad, Ali, Abdul Qadir, Ahmad, Hasan, Abdullah, dan Bahiyah. Suatu saat, empat putra Habib Syekh (Ja’far, Muhammad, Ali, Abdul Qadir), yang semuanya kelahiran Sewun, Hadhramaut, mengadakan perjalanan ke Nusantara.

Mereka masuk lewat Palembang. Setelah beberapa lamanya hidup bersama di Palembang, mereka berempat pun berpisah. Habib Ali dan Habib Abdul Qadir meneruskan perjalanan, dan kemudian menetap di Pasuruan. Hingga wafatnya mereka tak meninggalkan keturunan. Habib Muhammad hijrah ke Singapura dan membina rumah tangga di sana hingga beranak pinak. Sebagian keturunannya saat ini berada di Johor, Malaysia. Sementara itu Habib Ja’far, ayah Habib Ali, mulai membangun rumah tangga di Palembang. Di Kota Pempek ini, ia menikah dengan Syarifah Futhum binti Alwi bin Ahmad Assegaf (Al-Ali bin Abdullah) dan dikaruniai tiga putra: Abdullah, Ahmad, dan Ali. Habib Abdullah, dalam keadaan terdesak di zaman Jepang, hijrah ke Lampung dan, konon, ia wafat di sana, di suatu daerah bernama Pring Sewu. Sebagian keturunannya saat ini ada di Palembang dan Sukabumi. Saudara Habib Abdullah, yang bernama Ahmad, meninggal saat kecil. Yang satunya lagi, yaitu Habib Ali, dialah tokoh yang sedang disebutkan manaqibnya ini.

Seorang tokoh nassabah (pakar nasab) kebanggaan Alawiyyin dan rujukan utama mereka dalam pencatatan nasab. Setelah lama menetap di Palembang dan anak-anaknya pun mulai beranjak remaja, ayah Habib Ali hijrah ke Jakarta. Di Jakarta ia menikah lagi dengan Syarifah Rugayyah binti Abdullah bin Husin bin Abdurrahman Bin Sahl Jamalullail. Dari pernikahan tersebut lahirlah Syarifah Khadijah dan Habib Umar, seorang tokoh ulama yang banyak berdakwah di wilayah Bogor dan sekitarnya. Salah seorang cucu Habib Umar, yakni Habib Hasan bin Ja’far, adalah seorang dai muda yang dikenal lewat majelis Nurul Musthafa.

Mengutip catatan Habib Ali bin Ja’far, adiknya ini (yaitu Habib Umar bin Ja’far) lahir pada 1331 H, atau 1913, bila dikonversi dalam hitungan masehi. Sang ayah, Habib Ja’far, kemudian pindah lagi ke daerah Cicurug, Sukabumi, hingga wafat di sana, pada zaman penjajahan Belanda.


Kembali