"Gema Maulid Nurul Musthofa Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf Bersama Kaum Mukminin Wal Mukminat Merebut Ridho Allah di Depan Pintu Rasulullah SAW Setiap Malam Minggu Pukul 21:00 - Selesai, dan Setiap Malam Selasa Pukul 21:00 dilanjutkan dengan ziarah kuburSholihin - Selesai"  
  "Terima kasih kepada pengunjung terbanyak dari luar negeri : Amerika Serikat, Inggris, Australia, Malaysia, Singapura, Arab Saudi, Abu Dhabi, Yaman, Brunai, China, dll. Semoga Website ini berguna bagi yang islam dan memberi petunjuk bagi yang non islam. Bila ada kekurangan mohon dibukakan pintu ma'af"  
 
     
 
Main Menu
Home
Profile
Tentang Kami
Manakib
Galery Majlis
Kata Mutiara
Kilas Berita
Kisah dan Hikmah
Jadwal Majlis
Jadwal Haul
Singgah Di Taman Surga

 
     

 
BERITA TERKINI
 
PALING BANYAK DIKUNJUNGI
 
Home arrow Kilas Berita arrow “MUHAMMAD RASULULLAH SAW NABI AKHIR ZAMAN (1)”
     
“MUHAMMAD RASULULLAH SAW NABI AKHIR ZAMAN (1)” PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Friday, 13 February 2009

“MUHAMMAD RASULULLAH SAW NABI AKHIR ZAMAN (1)”

 

Diriwayatkan d ari Ibn Mas`ud  RA, Berkata Jabir kepada Nabi SAW : ”Wahai Baginda Nabi SAW, kabarkan kepada kami sesuatu sebelum terjadinya sesuatu, Berkata Nabi SAW : "Wahai Jabir, Ketahuilah sesuatu sebelum dijadikannya sesuatu, maka Allah SWT menjadikan cahaya aku dari cahaya Allah SWT, Maka dari cahaya itu Allah menjadikannya seluruh alam semesta beserta isinya”.

 

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Maka bersabda Nabi SAW :”Aku yang pertama diciptakan dan aku yang terakhir dibangkitkan di alam dunia”.

 

Turunlah cahaya tersebut  melalui terwujudnya Nabi Allah Adam AS sampai kepada para Anbiya dan Rasul yang menyambungkan keturunan dari Nabi Ismail AS, anak dari Nabi Ibrahim AS yang keturunannya menyampaikannya kepada Sayyid Abdillah, maka cahayanya terlihat pada Sayyid Abdillah dan beliaupun menikah dengan Siti Aminah, begitupun turun cahaya tersebut kepada Ibunda Nabi Muhammad SAW, maka beliaupun mengandung Nabi Muhammad SAW dengan kasih sayang Allah SWT.

 

Sebelum detik-detik kelahiran Nabi Muhammad SAW, ada kejadian besar sehingga tahun itu dinamakan Tahun Gajah dikarenakan Raja Abraha ingin menyerang Ka`bah dengan tentara gajah, tetapi kuasa Allah SWT Yang Maha Agung tidak diizinkannya tentara tersebut memasuki Kota Mekkah yang akhirnya Allah SWT mengirim balik tentara tersebut dengan tentara burung ababil dan telah jelas dikabarkan di dalam surat AL-Fiil yang menewaskan semua tentara bergajah bagaikan daun di makan ulat, begitulah penjagaan Allah SWT sebelum dilahirkan Nabi Muhammad SAW.

Tepat matahari pagi bersinar di bulan Rabiul Awwal pada tanggal 12 hari Senin, terwujudlah sosok yang mulia, anak yatim yang akan menggetarkan dunia, yang dikala ingin dilahirkan Allah mengirim dua suster atau bidan yang bernama Sayyidatina Mariyam dan Sayyidatina Assiyah yang untuk melayani kelahiran Nabi Muhammad SAW, maka terbukalah pintu-pintu surga dan tertutuplah pintu-pintu neraka serta turunlah milyaran bidadari dan malaikat yang bertahlil, bertahmid dan bertasbih kepada Allah SWT karena bersyukur atas lahirnya Nabi Muhammad SAW. Maka bergetarlah kerajaan Allah SWT seraya suaranya Yang Maha Mulia untuk memuliakan Kekasih-Nya, maka lahirlah Beliau SAW yang bukan lahir dari kemaluan Ibunya dan tanpa setetes darahpun dan telah dikhitan, begitu pula matanya bagaikan dipakaikan sifat dan beliau dalam keadaan bersujud. Bergembiralah ahli dunia, padang pasir yang tandus berubah menjadi hijau dan berlipat-lipat buah-buahan , air dan makanan yang sebelumnya belum pernah terjadi di kota itu dan padamlah api majusi yang disembah oleh orang-orang durhaka selama ribuan tahun menandakan telah lahirnya Baginda Al-Musthofa Muhammad SAW.

 

Didalam satu syair yang menjelaskan tentang kepribadian Rasulullah SAW :

 

Allah sempurnakan kanjeng Nabi               Tubuh dan ilmu serta perangai

Tak ada tubuh ilmu perangai                        Terlebih sempurna dari Nabi

 

Tubuh Nabi terbaik dengarlah              Putih dan bersih bercampur merah

Wajahnya cantik tingginya sedang         Mulutnya manis di pandang orang

 

Giginya rata putih bersinar                      Bagai mutiara sungguhlah benar

Lidahnya pasih terang dan nyata                   Kata-katanya bagai permata

 

Matanya terang sungguh umpama                 Mamakai sifat selama-lama

Alisnya terang jika di sifat                        Umpama bulan pertama tepat

 

Jidatnya bercahaya-cahaya luas           Sebagai bulan malam empat belas

Jenggotnya tebal hitam rupanya               Tubuhnya sangat harum baunya

 

Jika dilihat pertama kali                               Terasa seram haibah sekali

Tapi jika terus di ikuti                                   Terasa cinta di dalam hati

 

Tangannya lemas di kata orang                  Sebagai bunga jika dipandang

Jika memegang tubuh seorang                     Tercium bau bukan kepalang

 

Sehingga dapat diketahui                           Orang tersebut di sentuh Nabi

Rambutnya ikal bukan keriting               Kata-katanya wahyu dan penting

 

Cahayanya Nabi terang sekali                          Dan terlebih dari matahari

Maka tak terlihat bayangan                    Dicahayanya matahari dan bulan

 

Hati Nabi pun sepanjang umur              Tak ngantuk meskipun mata tidur

Dan pula Nabi tak pernah mimpi                Dan tak menguap sama sekali

 

Dan tubuh Nabi tak dihinggapi                 Nyamuk lalat karena harum suci

Jika berjalan enteng badannya                Duduk dimajlis tinggi pundaknya

 

Dan sangat halus sebagai kapas                    Jalan di pasir tidak berbekas

Tatapi jika jalan di batu                            Terlihat bekas sudah lah tentu

 

Dan sungguh Nabi jika di pandang               Umpama matahari yang terang

Maka dari jauh sungguh nyata                Tampaknya kecil dipandang orang

 

Allah jadikan Nabi terlepas                       Dari apapun yang kurang pantas

Seakan-akan Nabi yang suci                              Dijadikan sekehendak Nabi

 

Ilmu Nabi luas sekali                                     Tak seorang yang mengatasi

Karena diberi ilmu awwalin                                Demikianlah ilmu akhirin

 

Adalah Nabi sangat pemalu                          Bagaikan gadis zaman dahulu

Pula sangat merendah diri                          Pada sesama mahluknya Rabbi

         

Jika berjumpa Nabi selalu                              Memberi salam lebih dahulu

Duduk berjalan bersama fakir                      Miskin dan hamba tidak diusir

 

Jika bergurau niscaya benar                             Sedap di hati asik di dengar

Tangannya murah tidak menggenggam         Dadanya luas tidak mengancam

Last Updated ( Sunday, 10 May 2009 )
 
< Prev   Next >
 
 
 

     
 
PARA HABAIB

YAYASAN ASSEGAF
yayasan.jpg
MAQOM HABAIB
maqom.gif
Pengunjung
We have 3999 guests online
 
     

     
        LINK TERKAIT  
    www.habaib.org  
    www.majlismobile.com  
     
 
             
             
 
© Copyright by nurulmusthofa.org 2010, All Rights Reserved.