SEKILAS INFO
: - Thursday, 19-07-2018
  • 3 minggu yang lalu / Kontak Permintaan Jadwal Majlis Nurul Musthofa  : Office (021) 7865854 , Ust Zaenal Aripin : 0811-1900-677, Ust Jamaluddin : 0812-8314-1921 ,  Achmad Nur Fa’i : 0812-8751-1945
  • 4 minggu yang lalu / Ikuti Wisata Umroh Bersama Al Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf dan Habib Abdullah Bin Ja’far Assegaf Pada Tgl. 16 Desember 2018 Hanya dengan Biaya 20 Juta dan DP 3 Juta Hubungi segera (021)7865854 , 08136395560 , 08111103712 , 081291888327
  • 1 bulan yang lalu / Bagi jama’ah yang berminat Badal Haji 2018 bersertifikat silahkan hubungi No 08111103712, 081316395560,081291888327 Insha allah segera berangkat …orang-orang boleh dibadalkan haji adalah org yg sudah meninggal dunia dan orang yg sakit berkepanjangan yang tidak akan ada kemungkinan sembuhnya
Cerita tentang sendal/terompah orang-orang shaleh

SENDAL ORANG-ORANG SHALEH HADROMAUT

Al Imam Habib Abubakar al Adaniy , sosok yang agung itu masih menyimpan sepasang sandal usang milik guru beliau Syaikh Sa’ad . Sendal itu dijadikannya tasliyah , penglipur hati jika sedang dirundung kegelisahan . Begitu besar harapan beliau terhadap Madad sang guru melalui keberkahan sandalnya , sampai beliau bungkus sandal itu dengan kain berlapis-lapis dan beliau simpan dalam kotak khusus .
Jika sedang gelisah , beliau segera mengeluarkan sandal gurunya dan menciuminya sembari berkata :

“ Duhai , inilah sepasang sandal guruku “

Tak lama kemudian , hilanglah rasa gundah beliau dan kemudian beliau masukkan lagi sandal tersebut ke tempat penyimpanannya . Sering kali para murid Al Habib Abubakar al Adaniy melihat sang Habib melakukan seperti itu , sampai kemudian mereka para murid sudah mengetahui apa yang mereka harus lakukan jika melihat Guru mereka tampak bermuram durja . KELUARKAN SANDAL ..!

Al Habib Hasan bin segaf as sagaf ashofi bercerita :

“ Ayahku , al habib Segaf bin Muhammad as sagaf itu sangat cinta dengan gurunya , yakni Al Habib Ali bin Abdullah As Sagaf . Ayahku termasuk seorang yang paling zuhud di jamannya . Pernah dia mendapat hadiah uang yang sangat banyak , tetapi semua disedekahkannya tidak tersisa . Sesudah habis uangnya dia berkata , dengan cara ( sedekah) ini , aku menjadi tenang sekarang .

Saat ayah meninggal dunia , kami tidak menemukan sedikitpun harta peninggalan nya kecuali sepasang sandal Habib Ali bin Abdullah as Sagaf . Sandal itu selalu ayah simpan dalam peti , dan setiap hari ayah selalu mengeluarkannya dan mengusapkan sepasang sandal itu ke wajahnya sembari berkata :

“ Aku ini laksana al imam habib Abubakar Al Adaniy “

Seorang tokoh besar , alhabib Abdullah bin Husain bin Thohir kedatangan tamu istimewa . Beliau adalah Waliyullah agung , al habib Hasan bin Sholeh Al bahr al Jufriy . malam harinya , Habib hasan Al Bahr hendak ke kamar mandi , dan sebagaimana Sunnah nabawiyyah beliau mencari sandal untuk dibawa masuk ke kamar mandi .Mata beliau tertambat kepada sepasang sandal milik tuan rumah di pojok ruangan . Dengan keyakinan ridho pemiliknya , Al Habib Hasan pun memakai sandal tersebut dan membawanya ke kamar mandi .

Keesokan hari , baru Al Habib Hasan berkata kepada Al habib Abdullah bin Husain :

“ Semalam , aku memakai sandal milikmu “

Mendengar kata beliau , al Habib Abdullaah merasa tersanjung dan berkata :

“ sepasang sandal yang bersentuhan dengan kaki mulia Al Habib Hasan bin Shalih , tempatnya tidak lagi ditanah , tetapi dikepala ! “

Beliau kemudian menyimpan sandal itu di dalam almari khusus miliknya .

Sesungguhnya mengambil berkah dari Atsar para Shalihin itu sudah bukan barang baru dalam agama . Bahkan Al Qur’an mengkisahkan kepada kita melankolisnya kisah nabiyullah Yusuf dengan ayahandanya , Nabiyullah Ya’qub . Setelah terkena penyakit rabun sekian lama karena banyak menangis ditinggal oleh anaknya , Nabi Yusuf berkata :

(اذْهَبُوا بِقَمِيصِي هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِي يَأْتِ بَصِيرًاَ)
[Surat Yusuf 93]

Pergilah kamu dengan membawa gamisku ini , letakkanlah ke wajah ayahku , niscaya dia akan dapat meliahat kembali “

Lalu selanjutnya :

(فَلَمَّا أَنْ جَاءَ الْبَشِيرُ أَلْقَاهُ عَلَىٰ وَجْهِهِ فَارْتَدَّ بَصِيرًا ۖ )
[Surat Yusuf 96]

Tatkala telah tiba kabar gembira itu , maka diletakkanlah gamis itu kewajahnya , lalu dia dapatlah melihat kembali “

Begitu juga kisah para pemuda ahlu maksiat yang menjadi jatuh bertaubat sesudah mereka memakan buah semangka yang tersentuh tangan seorang Arifin bernama Syaikh Sirriy As Saqatiy guru dari al imam junaeid albaghdadi , adalah salah satu kisah yang masyhur.

Dijaman Shahabat , Sayyidina Anas bin Malik berkata :

“ Aku pernah melihat Nabi SAW mencukur rambutnya dengan dikelilingi para shahabat . Begitu rambut selesai dicukur , para shahabat berebutan mengambil rambut mulia beliau sehingga tidak sehelaipun rambut itu terjatuh di atas tanah “

Kembali al Qur’an mengkabarkan eksisitensi “ keberkahan “ di dalam sesuatu benda yang ada ta’alluq (hubungan) , ada hubungan dengan sesuatu yang mulia .
Dahulu di zaman Nabi Musa AS umatnya Bani Israil dibuat ‘ murtad ‘ oleh suara lenguhan patung sapi buatan Samiriy.
Sewaktu di interogasi oleh nabi musa as ditanya bagaimana patung sapi bisa hidup dan bersuara , Samiriy menjawab :
(قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُوا بِهِ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِنْ أَثَرِ الرَّسُولِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذَٰلِكَ سَوَّلَتْ لِي نَفْسِي)
[Surat Tha-Ha 96]
“ Aku mengetahui sesuatu yang mereka tidak ketahuinya , maka aku ambil segenggam dari jejak “utusan” lalu aku lemparkannya . demikianlah nafsuku membujukku “

Tafsir sebagian Ulama :

“ Lihatlah keindahan rahasia di ayat ini . Apakah قبضة ( SEGENGGAM TANAH ) dari bekas jejak الرسول (MALAIKAT JIBRIL ) yang diambil Samiriy lalu diletakkan kepatung lembunya hingga dapat bersuara , apakah segenggam tanah tersebut bersentuhan langsung dengan malaikat ? Jawabannya TIDAK .

Karena Malaikat Jibril setiap kali datang ketempat Samiriy selalu menunggang kuda . Apakah Kuda langsung bersentuhan denga Jibril ? Jawabannya TIDAK . Jibril duduk diatas pelana kudanya .
Apakah kuda langsung bersentuhan dengan tanah ? Jawabannya TIDAK . Karena di setiap kaki-kaki kuda dipakaikan sepatu .
Barulah sepatu-sepatu kuda itu yang bersentuhan dengan tanah , dimana sebelumnya kering , begitu bersentuhan menjadi hidup dan hijau dengan tetumbuhan Sebuah kemuliaan yang begitu kuat , meskipun tidak bersentuhan langsung , keberkahannya tetap menempel juga kepada sesuatu yang ada didekatnya . Apalagi jika persentuhannya langsung tanpa ada yang menghalang-halanginya ? “

Tidak perlu sesungguhnya menuturkan dalil-dalil yang mensahihkan perbuatan Tabarruk , karena saking jelasnya dan saking banyaknya . Tulisan ini hanya ingin mengkisahkan secuil kemuliaan orang-orang agung dari Ranah Hadromaut , meskipun lewat Sandal mereka .

Wallohu a’alam bis shawab .

TINGGALKAN KOMENTAR

Alamat Kami

Nurul Musthofa Ind

NPSN : (021) 7865854

Jl. RM Kahfi I Gg.Manggis Rt.001 Rw.001 No.9A Kel.Ciganjur
KEC. Jagakarsa
KAB. Jakarta Selatan
PROV. DKI Jakarta
KODE POS 12630
TELEPON 08111900677
FAX (021) 7865854
EMAIL yayasan.nurulmusthofa@gmail.com

Google Maps Majlis

Ikuti Sosial Kami