SEKILAS INFO
: - Friday, 14-12-2018
  • 3 bulan yang lalu / Hadirilah maulid Agung Majlis Nurul Musthofa “Kelahiran Penyelamat Yang Dijanjikan” Senin Tanggal 19 November 2018 Pukul 20.00 wib Bertempat Lap.Silang Monas Jl. Merdeka Selatan Jakarta Pusat
  • 5 bulan yang lalu / Majlis Malam Selasa  Nurul Musthofa Masjid Jami At Taubah  Jl. Rawajati Timur II Kalibata  Jakarta Selatan, Senin Tgl. 22 Oktober 2018 Pukul 20.00 WIB Acara Ini Akan Disiarkan Langsung Oleh Siaran Nurul Musthofa Via Youtube Nurul Musthofa
  • 5 bulan yang lalu / Ikuti  Umroh Bersama Al Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf dan Habib Abdullah Bin Ja’far Assegaf Pada Tgl. 15 Desember 2018 Hanya dengan Biaya 20 Juta dan DP 3 Juta Hubungi segera (021) 7865854 ,08111103712 , 08136395560 ,  081291888327
Kisah Nabi Isa AS dan Tiga Batu Emas

 

Dahulu ada seorang lelaki yang datang kepada nabi Isa a.s., dia ingin sekali bersahabat dengan beliau, karena itu ia berkata : “Aku ingin sekali bersahabat denganmu kemana saja engkau pergi.” Jawab Isa a.s.: “Baiklah kalau demikian.
Akhirnya Nabi Isa melakukan perjalanan ditemani oleh lelaki tersebut. Nabi Isa membawa bekal makan siang nya berupa tiga potong roti yang dibawa oleh orang tersebut.

Sampai pada suatu tempat, Nabi Isa berkata, ‘Bagaimana kalau sekarang kita makan bersama?’ orang itu menjawab, ‘Baiklah’. Tapi ketika ia mengetahui bahwa kelak dia akan makan satu potong roti dan Nabi Isa pasti hanya akan memakan satu potong roti, ia menyesal. Dia berpikir dengan sifat rakusnya bahwa sisa satu rotinya nanti akan dimakan lagi oleh Nabi Isa. Ia tidak ingin hal itu terjadi.

Sebelum makan, Nabi Isa mencari tempat untuk berdoa. Di saat itu pula, orang tersebut juga mencari tempat untuk makan satu potong rotinya secara diam-diam.

Tibalah waktunya makan. Lalu dia mengeluarkan makanannya. Ketika Nabi Isa melihat orang yang menemaninya itu hanya mengeluarkan dua potong roti, Nabi Isa berkata kepadanya, ‘Di manakah satu roti lagi?’ orang itu menjawab, ‘Saya hanya punya satu roti ini, kok’.

Maka berjalanlah keduanya, melanjutkan perjalanannya lalu ditengah perjalanan tiba-tiba Nabi isa As melihat seekor Rusa, maka dengan mukjizat beliau dipanggillah rusa itu lalu disembelihnya dan dibakar. Kemudian dimakan berdua, lalu Nabi Isa a.s. menyuruh rusa yang telah dimakan itu supaya hidup kembali maka hiduplah ia dengan izin Allah, kemudian Nabi Isa a.s. bertanya: Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti kekuasaan-Nya itu siapakah yang mengambil sepotong roti itu ?” Jawab sahabatnya: “Aku tidak tahu.”

Kemudian keduanya meneruskan perjalanan hingga sampai ke tepi sungai, lalu Nabi Isa a.s. memegang tangan sahabatnya itu dan mengajaknya berjalan melewati diatas air sungai hingga sampai ke seberang, tanpa terkena basah sama sekali
lalu ditanyalah sahabatnya itu sekali lagi: “Demi Allah, yang memperlihatkan kepadamu bukti ini, siapakah yang mengambil sepotong roti itu ?” Sahabat itu menjawab: “Aku tidak tahu.”

Kemudian berjalanlah keduanya ketika berada di hutan dan keduanya sedang duduk-duduk, Nabi Isa a.s. mengambil 3 batu, lalu diperintahkan: “Jadilah emas dengan izin Allah.” Maka dengan tiba-tiba berubahlah menjadi emas, lalu dibagi menjadi tiga, kemudian beliau berkata: “Untukku satu batu emas, dan kamu satu lagi, sedang sisanya ini untuk orang yang mengambil roti.” Serentak sahabat itu menjawab: “Akulah yang mengambil roti itu.”

Nabi Isa a.s. berkata: “Tidaklah pantas seorang pengkhianat menemani seorang Nabi, Maka ambillah semua bahagian ini untukmu.” Lalu keduanya berpisah.
Tinggallah orang Yahudi itu sendiri. Ia mencoba membawa tiga batu emas itu, namun ia tidak sanggup membawanya semuanya.

Kemudian orang itu didatangi oleh dua orang yang akan perampok harta itu dan Tiga batu emas itu sungguh menggoda. Lalu dua orang tersebut akan berniat buruk mengambil harta orang itu.
Akhirnya dia menolak dan mempertahankan diri seraya berkata kepada mereka berdua:
“Bagaimana jika harta ini kita bagi 3 saja?”
Akhirnya mereka berdua setuju dengan syarat sebagai berikut yaitu salah satunya berkata kepada orang tadi, ‘Pergilah engkau ke perkampungan terdekat. Belilah makanan untuk kita’. Setelah orang itu pergi, orang tersebut berkata kepada temannya, ‘Jika nanti ia datang, kita bunuh saja, dan emas ini kita bagi berdua’. Temannya sangat setuju dengan rencana tersebut.

Ternyata rencana jahat itu timbul juga pada perasaan orang yang berbelanja itu, dan berkata dalam hatinya: “Untuk apa aku membagi harta yang sebenarnya itu merupakan milikku, lebih baik makanan ini saya bubuhi racun saja biar keduanya mati, dan saya akan ambil semua harta itu.” Lalu diberinya racun makanan itu.

Maka ketika datang orang yang berbelanja itu, segera dibunuh oleh keduanya, lalu hartanya dibagi menjadi dua, kemudian keduanya makan dari makanan yang telah diberi racun itu, maka ikut matilah keduanya, dan tinggallah harta itu di hutan, sedang mereka mati di sekitar harta itu.

Kemudian waktu berlalu dan ketika Nabi Isa a.s. Ditemani bersama rombongan kaum hawariyyin pengikut setia beliau berjalan di hutan tersebut dan menemukan (melihat) hal itu, maka berceritalah beliau kejadian yang sebenarnya terjadi lalu Nabi Isa As mengambil tiga batu emas tersebut lalu berkata: “jadilah kembali seperti sediakala! ” maka berubahlah menjadi batu biasa.
Lalu Nabi Isa As menghadap kepada para sahabatnya, seraya beliau berkata: “Inilah contohnya tipuan dunia, Begitulah dunia memperlakukan penghuninya..
maka berhati-hatilah kalian kepadanya.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Alamat Kami

Nurul Musthofa Ind

NPSN : (021) 7865854

Jl. RM Kahfi I Gg.Manggis Rt.001 Rw.001 No.9A Kel.Ciganjur
KEC. Jagakarsa
KAB. Jakarta Selatan
PROV. DKI Jakarta
KODE POS 12630
TELEPON 08111900677
FAX (021) 7865854
EMAIL yayasan.nurulmusthofa@gmail.com

Google Maps Majlis

Ikuti Sosial Kami