Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
SEKILAS INFO
: - Monday, 27-05-2019
  • 1 bulan yang lalu / Daftarkan Segera Diri Anda Untuk Mengikuti Program Ibadah Umroh Keberangkatan Bulan Ramadhan tgl 20 Mei 2019 Hanya dengan Biaya Rp.35.950.000 dan Biaya Dapat Di Angsur Atau Mengikuti Program Tabungan Umroh Hubungi Lebih Lanjut Ke No HP 08111103712, 08136395560, 081291888327, 087878717079
  • 2 bulan yang lalu / Majlis Malam Minggu Nurul Musthofa Jl. Sulaiman Pasar Bunga Jakarta Barat, Sabtu Tgl. 27 April 2019 Pukul 20.00 WIB Acara Ini Akan Disiarkan Langsung Oleh Siaran Nurul Musthofa Via Youtube Nurul Musthofa
  • 1 tahun yang lalu / Kontak Permintaan Majlis Nurul Musthofa  : Ust Zaenal Aripin : 0811-1900-677, Ust Jamaluddin : 0812-8314-1921, Achmad Nur Fa’i : 0812-8751-1945      
Mengenal Lebih Dekat Ad-Da’i llallah Al Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf Pendiri dan Pengasuh Majlis Nurul Musthofa ( Bagian 2 ) Masa Kecil al-Habib Hasan bin Ja'far Assegaf

ad-Da’i illallah al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf lahir pada tahun 1977 M di Keramat Empang, Bogor Jawa Barat. Beliau adalah cicit dari al-Imam al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas. Beliau tumbuh dalam keluarga sederhana yang taat dalam beribadah dan selalu mengamalkan amalan-amalan yang dikerjakan oleh para sanafunasshalihin dari kalangan Ba’alawi. semenjak kecil beliau sudah memandang, berkumpul dan bertatap muka langsung dengan para ulama dan auliya. Maklum beliau hidup disekitar kampung Keramat Empang Bogor yang disitu terdapat makam dan beberapa atsar al-Imam al-Habib Abdullah bin Muhsin al-Attas yang kerap dikunjungi para ulama dan auliya’ dari dalam maupun luar negeri.

al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf adalah anak pertama dari empat bersaudara. Ketiga saudara beliau adalah al-Habib Abdullah, al-Habib Musthofa, dan al-Habib Qasim Syami bin Ja’far Assegaf  yang semuanya itu berpendidikan ilmu agama di pesantren dalam negeri dan luar negeri di negara Hadromout Yaman lebih tepatnya. Selain ayahandanya sendiri, guru yang pertama kali mengajarkan Al-Qur’an kepadanya adalah asy-Syeikh Usman Baraja’, dalam bahasa arab beliau belajar kepada asy-Syeikh Abdul Qadir Basalamah, dalam ilmu Nahwu dan Sharaf ia belajar kepada asy-Syeikh Ahmad Bafadhal, dan masih beberapa ulama yang menjadi guru-guru beliau semasa kecilnya.

Keberhasilan al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf saat ini diakui oleh beliau sebagai hasil didikan keluarga yang disiplin dalam menegakkan semua urusan agama. Terlebih-lebih sang Ayah, yaitu al-Habib Ja’far bin Umar Assegaf, yang setiap waktu selalu memantau perkembangan jiwa anak-anaknya, termasuk al-Habib Hasan. “Didikan walidi dahsyat, shalat harus berjama’ah, membaca wirid harus berjama’ah, menjelang adzan subuh jam 4 sudah dibangunkan dan harus shalat di masjid, kalo tidak bisa harus berjama’ah dirumah. Ketika adzan magrib sudah harus berada dirumah. Kalau tidak mengaji maka ana akan di hukum dengan kepala di bawah dan kaki di atas, atau kalau tidak begitu akan dimandikan dengan air dingin. Ternyata dibalik didikan walidi yang keras dan disiplin itu, menjadikan ana pemberani, dikala menghadapi ujian dari orang lain kita punya mental yang besar.”Tutur al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf mengenang pendidikan yang diberikan almarhum ayahnya.

“Di tempat itu memang akar salaf sudah ada. Ayah dan kakek ana mendidik ana sangat ketat dan disiplin. Pada masa itu, penduduk Kampung Empang tidak jauh dari kegiatan yang telah dirintis oleh habaib terdahulu. Setelah maghrib mereka membaca Al-Qur’an, shalawat, ratibul Attas, ratibul Haddad, serta kegiatan taklim. Dan ana wajib mengikuti semua kegiatan yang diadakan oleh jiddi itu.“Lanjut al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf.

Memang masa kecil al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf berada dalam lingkungan orang-orang shaleh. Semenjak kecil beliau sudah terdidik dengan ilmu-ilmu para salaf. Ilmu-ilmu para salaf yang dimaksud disini adalah kisah dan cerita tentang ulama dan habaib-habaib terdahulu. Beliau dikenalkan dengan al-Imam Ahmad Muhajir bin Isa, al-Imam al-Faqih muqaddam, al-Habib Abdurrahman Assegaf, al-Imam Abdullah bin Alwi al-Haddad, asy-Syeikh Abubakar bin Salim, para auliya’-auliya’ serta para leluhur-leluhur dari kalangan Ba’alawi. “Jiddi tidak mendidik ana untuk faham kitab kuning terlebih dahulu, beliau mendidik ana agar kenal dan cinta dahulu kepada para ulama dan auliya, ‘Beliau mengatakan kepada ana, “Wahai Hasan bagaimana orang akan mendapatkan ilmu kalau ia tidak cinta dengan para ulama ?’ setelah ana dikisahkan tentang perjalanan dan riwayat hidup al-Imam al-Faqih al-Muqaddam, serta para tokoh-tokoh alawiyin generasi pertama, baru disitulah muncul himmah dan semangat untuk belajar tentang ilmu-ilmu mereka.”Kenang al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf mengigat metode keluarganya dalam mendidik dan membentuk karakternya.

Metode cerita tentang salaf dan ulama tempo dulu yang dikisahkan oleh kakek al-Habib Hasan bin Ja’far Assegaf ini merupakan salah satu metode dakwah yang tepat guna pembinaan akhlak dan mental generasi muda. Bukankah sebagian kandungan isi dari Al-Qur’an juga berisi kisah dan cerita-cerita? Tatkala Rasulullah saw beberapa kali mengalami keprihatinan dalam berdakwah, kemudian Allah swt menghibur beliau dengan menceritakan kisah nabi-nabi sebelumnya. Bagaimana nabi-nabi itu mengalami banyak kesulitan, ujian, gangguan, serta hambatan dalam berdakwah. Mereka juga diganggu dan di aniaya oleh kaumnya. Allah swt juga menceritakan bagaimana kaum yang durhaka mendapatkan azab dan kaum yang taat selamat. sebagaimana firman Allah swt di dalam Al-qur’an :“Dan semua kisah rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, itulah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu.” Didalam ayat yang lainnya Allah swt juga berfirman:“Sesungguhnya dalam kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.” Jika Allah swt menganggap bahwa metode kisah-kisah dan cerita merupakan sarana efektif untuk menghibur, memberi pelajaran, peringatan dan harapan, tentunya cerita orang-orang shaleh yang merupakan pewaris-pewaris nabi juga sangatlah relevan untuk dikisahkan kepada generasi-generasi sesudahnya.

 

bersambung ……..

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Alamat Kami

Nurul Musthofa Ind

NPSN : (021) 7865854

Jl. RM Kahfi I Gg.Manggis Rt.001 Rw.001 No.9A Kel.Ciganjur
KEC. Jagakarsa
KAB. Jakarta Selatan
PROV. DKI Jakarta
KODE POS 12630
TELEPON 08111900677
FAX (021) 7865854
EMAIL yayasan.nurulmusthofa@gmail.com

Google Maps Majlis