Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
SEKILAS INFO
: - Thursday, 17-01-2019
  • 4 bulan yang lalu / Hadirilah maulid Agung Majlis Nurul Musthofa “Kelahiran Penyelamat Yang Dijanjikan” Senin Tanggal 19 November 2018 Pukul 20.00 wib Bertempat Lap.Silang Monas Jl. Merdeka Selatan Jakarta Pusat
  • 6 bulan yang lalu / Majlis Malam Selasa  Nurul Musthofa Masjid Jami At Taubah  Jl. Rawajati Timur II Kalibata  Jakarta Selatan, Senin Tgl. 22 Oktober 2018 Pukul 20.00 WIB Acara Ini Akan Disiarkan Langsung Oleh Siaran Nurul Musthofa Via Youtube Nurul Musthofa
  • 7 bulan yang lalu / Ikuti  Umroh Bersama Al Habib Hasan Bin Ja’far Assegaf dan Habib Abdullah Bin Ja’far Assegaf Pada Tgl. 15 Desember 2018 Hanya dengan Biaya 20 Juta dan DP 3 Juta Hubungi segera (021) 7865854 ,08111103712 , 08136395560 ,  081291888327
Pembukaan majelis  Burdah Al Madih (Imam Busyiri) & Pembacaan Kitab Tuhfatul Asyrof (Al-Habib Muhammad bin Hadi Assegaf)

 

TENTANG HAKIKAT NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW adalah ayah ruh kita dari segi ruh, dan setiap Nabi merupakan ayah bagi umatnya, dan bagi kita para sadah (habaib) keturunan alawiyyin Rasulullah adalah ayah ruh kita sekaligus ayah jasad kita.

Semoga Allah SWT menjadikan kita orang-orang yang mengikuti jejak hidup Nabi Muhammad SAW & menjadikan kita semuanya orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT.

KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG SALING MENCINTAI KARENA ALLAH

Sesungguhnya bagi orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT akan mendapatkan istana-istana di syurga, kelak penduduk syurga akan melihatnya bagaikan penduduk dunia memandang bintang-bintang yang bercahaya dilangit seraya mereka berkata: “Apakah istana tersebut milik para Nabi & Rasul-Rasul?” Maka maka dijawab: “bukan.” Lalu mereka bertanya lagi: “Apakah milik para malaikat muqorobin (dekat kedudukan dengan Allah SWT)? Maka dijawab lagi: “Bukan, akan tetapi istana-istana itu miliknya orang-orang yang pernah hidup didunia seperti kalian, mereka hidup saling mencintai karena Allah SWT, berjumpa dan berkumpul lalu berpisah semata-mata karena Allah SWT (tanpa ada niatan lain).”

Orang-orang yang saling mencintai karena Allah SWT itu bukan karena sebab hal-hal duniawi atau hawa nafsu, mereka mendapatkannya bukan karena banyak shalat & puasa, akan tetapi disebabkan semata-mata saling mencintai karena Allah SWT, dan pusat central itu semua tergantung kebaikan niat hati seseorang.

CERITA TENTANG NIAT MEMBANGUN MASJID

Diceritakan pada dahulu kala ada seorang datang ke Sohibul Rotib Imam Abdullah Al-Haddad seraya berkata: “Wahai Habib saya berniat membangun masjid.” maka dijawab oleh beliau: “Perbaiki dahulu niat tujuanmu.” lalu dia menjawab: “Saya sudah memperbaikinya.” Lalu Imam Haddad mengujinya “Bagaimana seandainya masjid itu nanti setelah dibangun lalu dinisbahkan kepada orang lain dan kelak orang-orang tidak akan sekalipun menyebut-nyebut namamu sama sekali?” akhirnya orang tersebut berkata: “kalau begitu saya berat menerimanya.” maka Imam Haddad berkata: “Kalau begitu niat ikhlas mu belum kau perbaiki..”

Lalu datang lagi orang lain yang berniat sama, lalu Imam Haddad mengujinya kembali: “Berikanlah kepadaku uang yang kau akan bangun masjid itu, lalu nanti terserah kepadaku jika aku berkehendak membangunnya aku akan bangun jika tidak aku akan memakannya sendiri atau aku membagikan kepada orang-orang lain, dan bagimu pahala membangun masjid kelak di akhirat.” Akhirnya dia memikirkan ulang lalu mengurungkan niatnya.

Akhirnya Imam Haddad berkata: “Harta itu enggan keluar kecuali dari arah masuknya.” ( Jika harta didapatkan dengan halal maka akan mudah digunakan kepada kebaikan, akan tetapi sebaliknya jika didapatkan dengan cara haram maka akan sulit keluar untuk digunakan dalam kebaikan)

Kemudian datang kembali orang yang ketiga dengan niat yang sama, seraya berkata: “Wahai Habib, saya adalah seorang pengusaha yang berbisnis jual beli & saya sudah lama berniat ingin membangun masjid, setiap aku mendapatkan keuntungan dari usahaku aku tabungkan uangnya sampai cukup, nah sekarang uang itu sudah terkumpul cukup membangun masjid.” Lalu Imam Haddad kembali mengujinya seperti yang sebelumnya “Berikanlah kepadaku uang yang kau kumpulkan itu, lalu nanti terserah kepadaku, jika aku berkehendak membangunnya aku akan bangun jika tidak aku akan memakannya sendiri atau aku membagikan kepada orang-orang lain, dan bagimu pahala membangun masjid kelak disyurga.” maka dia langsung menjawab: “Wahai habib jika ucapanmu benar maka inilah yang aku cita-citakan, aku dapat tenang sekarang selamat dari penyakit-penyakit hati dan nanti aku akan berikan uang tersebut langsung kepadamu dan terserah engkau akan digunakan untuk apa yang penting pahala membangun masjid ada untukku di syurga.” Akhirnya Imam Haddad berkata: “Sesungguhnya Habibmu ini tidaklah butuh uangmu, aku hanya ingin menguji kesungguhan dari niatmu, sekarang bangunlah masjid bahkan umumkanlah pembangunannya kepada orang-orang, karena niatmu sudah benar.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Alamat Kami

Nurul Musthofa Ind

NPSN : (021) 7865854

Jl. RM Kahfi I Gg.Manggis Rt.001 Rw.001 No.9A Kel.Ciganjur
KEC. Jagakarsa
KAB. Jakarta Selatan
PROV. DKI Jakarta
KODE POS 12630
TELEPON 08111900677
FAX (021) 7865854
EMAIL yayasan.nurulmusthofa@gmail.com

Google Maps Majlis

Ikuti Sosial Kami