PEMBACAAN KITAB NASOHIDINIYYAH KARANGAN IMAM HADDAD BAB HAJI 1


Ketahuilah wahai para saudaraku, (semoga Allah SWT menjadikan kita dan kalian termasuk orang-orang yang telah ditetapkan kebaikan dariNya, dan termasuk orang-orang yang telah mengucapkan Tuhan kami adalah Allah kemudian dia istiqomah konsukwen memegang prinsip tersebut)
Sesungguhnya ibadah Haji & Umroh ke baitullah yang mulia merupakan salah satu dari pondasi bangunan agama islam, sesuatu kewajiban yang telah ditetapkan kewajibannya atas setiap orang muslim yang mampu untuk melaksanakannya sekali saja dalam seumur hidupnya. “Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana”
[Surat Ali ‘Imran 97] “Dan serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, atau mengendarai setiap unta yang kurus, mereka datang dari segenap penjuru yang jauh. Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mere-ka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran (yang ada di badan) mereka, menyempurnakan nazar-nazar mereka dan melakukan tawaf sekeliling rumah tua (Baitullah).
Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa yang terhormat di sisi Allah (hurumat) maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya. ”
[Surat Al-Hajj 27 – 30]

Bersabda Nabi Muhammad SAW:
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Islam dibangun di atas lima (tonggak): Syahadat Laa ilaaha illa Allah dan (syahadat) Muhammad Rasulullah, menegakkan shalat, membayar zakat, hajji, dan puasa Ramadhan”. dari Ali bin Abi Thalib dengan lafazh:
“Barangsiapa memiliki bekal atau kendaraan yang menghantarkannya ke Baitullâh,
namun tidak berhaji, maka silahkan dia mati sebagai orang Yahudi atau Nashrani.”